Kata berita sangat dekat di telinga kita. Sebenarnya
apa sih yang di maksud dengan berita? Bagaimana dengan tata cara penulisannya?
Lalu sebenarnya apakah ada jenis-jenis berita?
Pengertian berita
Pengertian
klasik: berita adalah sesuatu hal baru atau yang lain dari
yang lain. Misalnya "Soeharto mantan presiden RI" (bukan berita),
tetapi "Soeharto mati dibunuh" (itu berita).
Pengertian
modern: berita adalah laporan tentang kejadian yang aktual
dan menarik. Dari pengertian ini ada tiga unsur dalam suatu berita yaitu: ada
peristiwa yang aktual, peristiwa tersebut menarik dan ada yang melaporkan.
Setelah
mengetahui pengertian berita, lalu apa sebenarnya yang membuat suatu berita
menjadi layak untuk diberitakan?
Significant/Penting.
Kasus korupsi misalnya yang sekarang marak terjadi. Ini menjadi penting karena
yang dikorupsi adalah uang rakyat. Maka layak jadi berita. Ini juga relatif
tergantung dari khalayak pembaca yang dituju. Isu Sultan Hamengkubuwono X
menjadi calon presiden RI tentu penting untuk dimuat di Harian Kedaulatan
Rakyat, tetapi kurang penting dimuat di Majalah Hai, karena khalayak
pembacanya berbeda.
- Aktual /Baru terjadi. Peristiwa yang baru saja terjadi, seperti gempa di Palembang tentu akan menjadi berita yang lebih penting jika dibandingkan dengan berita tsunami di Aceh yang telah lama berlalu.
2.
Prominance/Keterkenalan.
Saya mengunjungi korban gempa di Palembang tidak layak menjadi berita, akan
lain jika kejadiannya menjadi Presiden yang datang mengunungi korban gempa di
Palembang. Kejadian yang ke dua inilah yang pantas dibuat menjadi berita.
3.
Proximity/Kedekatan.
Terjadi pembunuhan berantai di Jerman oleh seorang tukang sampah masih kalah
nilai beritannya dibanding dengan pembunuhan yang dilakukan oleh Ryan di
Jombang karena lebih dekat dengan kita. Kedekatan itu bisa kedekatan georafis
ataupun kedekatan emosional.
- Magnitude/Besaran. Kita melihat dampak statistik dari suatu peristiwa. Terjadi kecelakaan kereta api yang menewaskan 23 penumpang akan lebih dilihat oleh pembaca ketimbang kecelakaan motor dengan korban meninggal 1 orang.
- Human Interest. Unsur kemanusiaannya dapat dilihat dari orang biasa dalam situasi luar biasa atau orang besar dalam situasi biasa.
Setelah itu, kemudian ada unsur-unsur yang
penting dalam membuat suatu berita. Kelima hal ini adalah 5 W+1 H
Who,
What, Where, When, Why + How
Siapa,
Apa, Di mana, Kapan, Mengapa+ Bagaimana
Dalam
dunia jurnalistik dikenal juga jenis-jenis tulisan jurnalistik antara lain: Straight news dan
soft news. Tulisan-tulisan ini menyesuaikan dengan kebutuhan tulisan yang akan
dibuat.
Straight
News : Berita yang lugas, singkat, langsung ke pokok
persoalan dan fakta-faktanya. Biasanya harus memenuhi unsur 5 W + 1 H secara
ketat dan harus cepat-cepat dimuat, karena terlambat sedikit bisa basi. Istilah
Hard News lebih mengacu ke isi beritanya, sedangkan istilah Straight News lebih
mengacu ke cara penulisannya (struktur penulisan).
Soft
News
: Berita yang dari segi struktur penulisan relatif lebih luwes, dan dari segi
isi tidak terlalu berat. Soft News umumnya tidak terlalu lugas, tidak kaku,
atau ketat, khususnya dalam soal waktunya.
Selian
tulisan-tulisan jurnalistik, juga terdapat jenis-jenis penulisan jurnaistik
antara lain:
1.
Features :
Berita yang mengkisahkan suatu peristiwa, tahan waktu, menarik, strukturnya
tidak kaku, dan biasanya mengangkat aspek kemanusiaan. Panjang tulisan Features
bervariasi dan boleh ditulis seberapa panjang pun, sejauh masih menarik.
Misalnya, Features tentang kehidupan anak-anak tuna grahita di Karangpoh.
2.
Struktur Penulisan Berita :
Straight
News biasanya ditulis dalam bentuk struktur "piramida terbalik." Hal
yang terpenting ditulis paling awal, dan hal yang paling tidak penting ditulis
belakangan.

Kurang
penting
Semakin
tidak penting
Bahasa
Jurnalistik
Ketika
kita menulis berita, kita juga perlu memperhalikan bagaimana bahasa yang
digunakan dalam penulisan berita. Hal ini agar berita yang kita tulis tidak
membosankan bagi pembaca. Lalu bagaimana bahasa yang sebaiknya digunakan dalam
menulis berita?
Bahasa
jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam
harian-harian surat kabar dan majalah. Dengan fungsi yang demikian itu bahasa
jurnalistik itu harus jelas dan mudah
dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
sistem lambang bunyi yang
arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi,
dan mengidentifikasikan diri.
Menurut
JS Badudu (1988) bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas yaitu
singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar dan jelas. Sifat-sifat itu
harus dimiliki oleh bahasa pers, bahasa jurnalistik, mengingat surat kabar
dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya.
Oleh karena itu beberapa ciri yang harus dimiliki bahasa jurnalistik di
antaranya:
1. Singkat, artinya bahasa jurnalistik harus
menghindari penjelasan yang panjang dan bertele-tele.
2.
Padat,
artinya bahasa jurnalistik yang singkat itu sudah mampu menyampaikan informasi
yang lengkap. Semua yang diperlukan pembaca sudah tertampung didalamnya.
Menerapkan prinsip 5 w+1h, membuang kata-kata mubazir dan menerapkan ekonomi
kata.
3.
Sederhana,
artinya bahasa pers sedapat-dapatnya memilih kalimat tunggal dan sederhana,
bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks. Kalimat yang efektif,
praktis, sederhana pemakaian kalimatnya, tidak berlebihan pengungkapannya
(bombastis)
4.
Lugas,
artinya bahasa jurnalistik mampu menyampaikan pengertian atau makna informasi
secara langsung dengan menghindari bahasa yang berbunga-bunga .
5.
Menarik,
artinya dengan menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan
berkembang. Menghindari kata-kata yang sudah mati.
6.
Jelas,
artinya informasi yang disampaikan jurnalis dengan mudah dapat dipahami oleh
khalayak umum (pembaca). Struktur kalimatnya tidak menimbulkan
penyimpangan/pengertian makna yang berbeda, menghindari ungkapan bersayap atau
bermakna ganda (ambigu). Oleh karena itu, seyogyanya bahasa jurnalistik
menggunakan kata-kata yang bermakna denotatif. Namun seringkali kita masih
menjumpai judul berita: Tim Ferrari Berhasil Mengatasi Rally Neraka
Paris-Dakar. Jago Merah Melahap Mall Termewah di Kawasan Jakarta. Polisi
Mengamankan Oknum Pemerkosa dari Penghakiman Massa.
Kalau contoh penempatan kata katanya gimana mksh
BalasHapusKalau contoh penempatan kata katanya gimana mksh
BalasHapus