TEKNIK
REPORTASE MEMBUAT BERITA
Dalam dunia jurnalistik, reportase merupakan proses pengumpulan data dan fakta suatu peristiwa yang digunakan untuk penulisan karya jurnalistik atau berita.
Setiap
peristiwa mengandung 5W + 1H
a.
What (apa) : Apa peristiwa yang terjadi?
c.
When (kapan) : Kapan peristiwa itu terjadi?
d.
Where (di mana) : Di mana peristiwa itu terjadi?
e.
Why (mengapa) : Mengapa peristiwa itu terjadi?
f.
How (bagaimana) : Bagaimana peristiwa itu terjadi?
5W
+ 1H merupakan pertanyaan dasar yang harus terjawab dalam sebuah
reportase. Data dan fakta dapat dikumpulkan sebanyak-banyaknya dengan
mengembangkan 5W + 1H tersebut.
Dalam
melakukan reportase, ada etika yang harus ditaati oleh reporter.
1.
Cover both side, meliput semua pihak yang terkait, tanpa
membedakan.
2.
Fairness, tidak memanipulasi fakta.
3.
Balance, keseimbangan dalam pencarian data dan pemberitaan.
4.
Mematuhi Kode etik Jurnalistik
5.
Tidak mempublikasikan identitas atau pernyataan nara sumber jika nara
sumber meminta off the record.
Teknik
pengumpulan data dan fakta dapat dilakukan dengan 3 cara:
1.
Wawancara
Wawancara
merupakan bentuk reportase dengan cara mengumpulkan data berupa
pendapat, pandangan, dan pengamatan seseorang tentang suatu
peristiwa.
Dalam melakukan
reportase, reporter harus pintar memilah-milah nara sumber yang
nantinya akan melengkapi bahan penulisan karya junalistik. Nara
sumber dapat dipilah menjadi nara sumber primer dan nara sumber
skunder. Nara sumber primer merupakan nara sumber yang memegang peran
penting dalam sebuah peristiwa, atau yang paling tahu tentang sebuah
peristiwa. Karena peran pentingnya tersebut, maka nara sumber primer
harus dapat di wawancara. Nara sumber sekunder berfungsi untuk
melengkapi dan mendukung penulisan karya jurnalistik atau berita.
Ketika
melakukan wawancara ada tiga hal yang tidak boleh dilupakan:
a.
Identitas dan atribut nara sumber
b.
Pendapat nara sumber terhadap peristiwa
c.
Kesan nara sumber terhadap peristiwa
Beberapa
persiapan yang dilakukan agar wawancara berjalan lancar dan efektif
antara lain:
1. Menguasai
tema yang akan ditanyakan kepada nara sumber. Jika pengetahuan
kita
sedikit tentang tema yang dimaksud, kesulitan akan timbul. Selain kita tidak
bisa mengembangkan pertanyaan, juga akan malu kepada nara sumber karena bisa
saja pertanyaan itu melenceng.
2. Siapkan pertanyaan atau TOR (Term of refference). Ini penting agar tidak ada permasalahan yang luput ditanyakan pada nara sumber.
sedikit tentang tema yang dimaksud, kesulitan akan timbul. Selain kita tidak
bisa mengembangkan pertanyaan, juga akan malu kepada nara sumber karena bisa
saja pertanyaan itu melenceng.
2. Siapkan pertanyaan atau TOR (Term of refference). Ini penting agar tidak ada permasalahan yang luput ditanyakan pada nara sumber.
3. Bawa alat
perekam. Selain berfungsi untuk memudahkan reporter menulis hasil
wawancara, keberadaan alat perekam bisa menjadi bukti apabila
sewaktu-waktu nara sumber mengelak dan protes terhadap berita yang
ditulis.
4. Menghargai nara sumber dan membuat janjian. Janjian penting karena ada beberapa nara sumber yang enggan ditemui langsung. Ingat, menjaga hubungan baik dengan nara sumber sangat penting untuk kemudian hari. Banyak nara sumber yang kecewa dan enggan bertemu reporter tertentu.
4. Menghargai nara sumber dan membuat janjian. Janjian penting karena ada beberapa nara sumber yang enggan ditemui langsung. Ingat, menjaga hubungan baik dengan nara sumber sangat penting untuk kemudian hari. Banyak nara sumber yang kecewa dan enggan bertemu reporter tertentu.
2.
Observasi atau pengamatan
Observasi
atau pengamatan merupakan teknik reportase dengan cara mengamati baik
setting
maupun alur sebuah peristiwa di lapangan.
Dengan terjun
langsung ke lapangan, reporter akan merasakan langsung peristiwa yang
terjadi dilapangan sehingga ia bisa menyampaikan informasi yang valid
kepada pembaca.
3.
Riset dokumentasi
Riset
dokumentasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dan fakta
dengan riset melalui buku, internet, dan sumber-sumber dokumentasi
data lainnya.
0 komentar:
Posting Komentar