Sabtu, 23 Februari 2013

POLITIK KEREDAKSIAN




Tentunya teman-teman semua tidak asing bila mendengar kata politik. Bahkan mungkin kita yang ada di sini pun pernah bersinggungan dengan politik. Politik adalah kata sering dipakai dalam beberapa bidang, misalnya dalam pemerintahan, pendidikan, bahkan dalam bidang kepenulisan.
Namun hal yang akan kita bicarakan di sini adalah sesuatu yang berbeda secara substantif dengan  politik yang sering teman-teman dengar dalam kehidupan sehari–hari. Politik keredaksian secara garis besar adalah pijakan awal yang harus diambil oleh setiap pihak yang ingin menerbitkan sebuah media jurnalistik.
Nah sebelum lebih jauh menjelaskan mengenai fungsi  politik keredaksian, ada baiknya terlebih dahulu temen-teman diperkenalkan dulu dengan komponen–komponen yang akan lazim ditemukan dalam setiap
media massa.

Pemimpin Umum
 
Stuktur umum organ media, secara sederhana dapat dilihat sebagai berikut :






 


Pemimpin Umum            :        Pemimpin tertinggi secara struktur organisasi dan lembaga.
Pemimpin Redaksi          :        Secara organisasi bertanggung jawab mengkoordinir proses keredaksian dari awal (gagas tema) sampai akhir sebuah media siap diedarkan atau ditempel.
Pemimpin Perusahaan  :         Memimpin kerja-kerja perusahaan (iklan) dan sirkulasi      (pendistribusian/marketing) media.
PSDM/Litbang                 :        Fungsi PSDM atau divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) di kebanyakan media massa, di sini adalah memfasilitasi pemberdayaan sumber daya manusia, dan juga melakukan penelitian untuk kepentingan kerja redaksi.
Jaringan Kerja                    :        Tugas Jaringan kerja adalah dalam hubungan kemitraan dengan lembaga pers lainnya maupun lembaga kemsyarakatan secara umum (dalam media massa secara umum, divisi ini lebih familiar disebut divisi hubungan masyarakat/humas).
Struktur Kerja Redaksi


                                                                                               Reporter                                        

Pimred                          Posisi tertinggi dalam struktur redaksi. Memiliki fungsi politis dsn bertanggung jawab terhadap seluruh kerja redaksi, baik ke dalam maupun ke luar jika ada complain, protes, dan lain-lain.
Berkoordinir dengan Pemimpin perusahaan untuk mempertimbangkan iklan dan sirkulasi.
Redpel                           Mengantongi mandat menjalankan wewenang Pimred. Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pimred, namun lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan pembuatan berita para reporter dan editor.
Redaktur                      Ada dua, yaitu :
·       Redaktur Penjaga Rubrik (Jabrik)
·       Redaktur Khusus (Artistik, Bahasa, foto, dll)
Reporter                        Mencari dan mengumpulkan berita.
                                         Berkoordinasi dengan redaktur masing-masing.
Dari struktur media yang telah dijelaskan di atas, maka selanjutnya kita akan masuk ke dalam alur kerja redaksi dimana politik keredaksian memegang peranan penting untuk membuat sebuah media menjadi lengkap.
Secara garis besar contoh kerja sistem redaksi adalah sebagai berikut:

Tata Kerja Redaksi
Rapat Redaksi                  Gagas Tema               Penyusunan TOR                Reportase          Menulis berita
(Rubrikasi, artistik, iklan)                                      (Redaktur)                              (Reporter)            (R&R)

Editing                           Finishing                                                  Naik Cetak                            Terbit                     Evaluasi
(Redaktur & Redpel)    (Red. Artistik, iklan)             (Perusahaan)

Salah satu contoh mekanisme evaluasi kerja : Reward (dikirim pada diklat luar) dan Punishment (Pengambilalihan kerja)
Mekanisme Kerja(Mengatur hubungan kerja redaksi)

PIMRED                        REDPEL                     REDAKTUR                         REPORTER

                                         PIMPRUSH (Berkoordinasi untuk memperbincangkan iklan dan sirkulasi)
                                         PSDM/Litbang  (Berkoordinasi untuk pengadaan data)
                                         ORGANISASI          (Berkoordinasi untuk memperbincangkan jadwal pelaksanaan program kerja dan keuangan)

Setelah kita semua mengetahui tentang alur kerja redaksi dimana politik keredaksian memegang peranan penting. Selanjutnya kita semua akan masuk dalam polotik keredaksian. Coba kita bayangkan sebuah motor, namun dengan onderdil yang terpisah – pisah yakni ada knalpot, ban, rantai ada mesin. Apakah bagian – bagian tersebut langsung kita sebut sebagai mobil? tentu tidak. Ada sistem atau pola kerja yang membuat masing – masing komponen tersebut dapat bekerja bersama–sama sehingga disebut sebagai sebuah motor.

Sistem koordinasi tersebut adalah hal yang meniscayakan politik keredaksian untuk hadir. Tentu teman-teman sudah mengetahui bahwa sebuah redaksi terdiri dari beberapa bagian, dan semua bagian saling melengkapi, dan tanpa perencanaan yang jelas sebuah media tidak akan bisa diminati oleh pembacanya.

Bayangkan teman-teman berniat membuat sebuah surat kabar. Lantas seorang teman bertanya, surat kabar ini namanya apa? Kenapa diberi nama seperti itu? Siapa yang akan membaca surat kabar ini nantinya? Berapa eksemplar koran ini kalian cetak? Kenapa mencetak dengan jumlah sekian, kenapa menggunakan jargon yang seperti itu? Dan lain sebagainya.
Bisakah teman-teman menjelaskannya tanpa persiapan yang matang terlebih dahulu? Oleh karena itu, inti politik keredaksian adalah perencanaan teman-teman dalam menentukan seperti apa media yang kalian terbitkan nantinya.

Teman-teman harus menyepakati nama media nanti, sasaran pembaca, jumlah tiras atau eksemplar yang akan dicetak, serta bagaimana susunan dan pola kerja redaksinya.
Nah ketika semua itu sudah disepakati, maka yang teman-teman harus perhatikan kemudian adalah mekanisme kerja redaksi yang merupakan inti dari keseluruhan kerja media, kerena dengan pola manajemen yang benar akan menghasilkan kontinuitas serta kualitas media yang baik pada media yang kalian terbitkan. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About