Tentunya teman-teman semua tidak asing bila mendengar
kata politik. Bahkan mungkin kita yang ada di sini pun pernah bersinggungan
dengan politik. Politik adalah kata sering dipakai dalam beberapa bidang,
misalnya dalam pemerintahan, pendidikan, bahkan dalam bidang kepenulisan.
Namun hal yang akan kita bicarakan di sini adalah
sesuatu yang berbeda secara substantif dengan
politik yang sering teman-teman dengar dalam kehidupan sehari–hari. Politik
keredaksian secara garis besar adalah pijakan awal yang harus diambil oleh
setiap pihak yang ingin menerbitkan sebuah media jurnalistik.
Nah sebelum lebih jauh menjelaskan mengenai fungsi politik keredaksian, ada baiknya terlebih
dahulu temen-teman diperkenalkan dulu dengan komponen–komponen yang akan lazim
ditemukan dalam setiap
|
Pemimpin Umum : Pemimpin
tertinggi secara struktur organisasi dan lembaga.
Pemimpin Redaksi : Secara organisasi bertanggung jawab
mengkoordinir proses keredaksian dari awal (gagas tema) sampai akhir sebuah
media siap diedarkan atau ditempel.
Pemimpin Perusahaan : Memimpin
kerja-kerja perusahaan (iklan) dan sirkulasi (pendistribusian/marketing) media.
PSDM/Litbang : Fungsi PSDM atau divisi Penelitian dan
Pengembangan (Litbang) di kebanyakan media massa, di sini adalah memfasilitasi
pemberdayaan sumber daya manusia, dan juga melakukan penelitian untuk
kepentingan kerja redaksi.
Jaringan Kerja : Tugas Jaringan kerja adalah dalam
hubungan kemitraan dengan lembaga pers lainnya maupun lembaga kemsyarakatan
secara umum (dalam media massa
secara umum, divisi ini lebih familiar disebut divisi hubungan
masyarakat/humas).
Struktur Kerja Redaksi
Reporter
Pimred Posisi
tertinggi dalam struktur redaksi. Memiliki fungsi politis dsn bertanggung jawab
terhadap seluruh kerja redaksi, baik ke dalam maupun ke luar jika ada complain, protes, dan lain-lain.
Berkoordinir
dengan Pemimpin perusahaan untuk mempertimbangkan iklan dan sirkulasi.
Redpel Mengantongi mandat
menjalankan wewenang Pimred. Tanggung jawabnya hampir sama dengan Pimred, namun
lebih bersifat teknis. Dialah yang memimpin langsung aktivitas peliputan dan
pembuatan berita para reporter dan editor.
·
Redaktur Penjaga Rubrik (Jabrik)
·
Redaktur Khusus (Artistik, Bahasa, foto,
dll)
Berkoordinasi
dengan redaktur masing-masing.
Dari struktur media
yang telah dijelaskan di atas, maka selanjutnya kita akan masuk ke dalam alur
kerja redaksi dimana politik keredaksian memegang peranan penting untuk membuat
sebuah media menjadi lengkap.
Secara garis besar
contoh kerja sistem redaksi adalah sebagai berikut:
Tata Kerja Redaksi
(Rubrikasi,
artistik, iklan) (Redaktur)
(Reporter) (R&R)
(Redaktur &
Redpel)
(Red. Artistik, iklan) (Perusahaan)
Salah satu contoh
mekanisme evaluasi kerja : Reward (dikirim
pada diklat luar) dan Punishment
(Pengambilalihan kerja)
Mekanisme
Kerja(Mengatur hubungan kerja redaksi)
PIMPRUSH
(Berkoordinasi untuk memperbincangkan iklan dan sirkulasi)
ORGANISASI
(Berkoordinasi untuk
memperbincangkan jadwal pelaksanaan program kerja dan keuangan)
Setelah kita semua
mengetahui tentang alur kerja redaksi dimana politik keredaksian memegang
peranan penting. Selanjutnya kita semua akan masuk dalam polotik keredaksian. Coba
kita bayangkan sebuah motor, namun dengan onderdil yang terpisah – pisah yakni
ada knalpot, ban, rantai ada mesin. Apakah bagian – bagian tersebut langsung
kita sebut sebagai mobil? tentu tidak. Ada
sistem atau pola kerja yang membuat masing – masing komponen tersebut dapat
bekerja bersama–sama sehingga disebut sebagai sebuah motor.
Sistem koordinasi
tersebut adalah hal yang meniscayakan politik keredaksian untuk hadir. Tentu
teman-teman sudah mengetahui bahwa sebuah redaksi terdiri dari beberapa bagian,
dan semua bagian saling melengkapi, dan tanpa perencanaan yang jelas sebuah
media tidak akan bisa diminati oleh pembacanya.
Bayangkan
teman-teman berniat membuat sebuah surat
kabar. Lantas seorang teman bertanya, surat
kabar ini namanya apa? Kenapa diberi nama seperti itu? Siapa yang akan membaca surat kabar ini nantinya?
Berapa eksemplar koran ini kalian cetak? Kenapa mencetak dengan jumlah sekian,
kenapa menggunakan jargon yang seperti itu? Dan lain sebagainya.
Bisakah teman-teman
menjelaskannya tanpa persiapan yang matang terlebih dahulu? Oleh karena itu,
inti politik keredaksian adalah perencanaan
teman-teman dalam menentukan seperti apa media yang kalian terbitkan nantinya.
Teman-teman harus
menyepakati nama media nanti, sasaran pembaca, jumlah tiras atau eksemplar yang
akan dicetak, serta bagaimana susunan dan pola kerja redaksinya.
Nah ketika semua
itu sudah disepakati, maka yang teman-teman harus perhatikan kemudian adalah mekanisme kerja redaksi yang merupakan
inti dari keseluruhan kerja media, kerena dengan pola manajemen yang benar akan
menghasilkan kontinuitas serta kualitas media yang baik pada media yang kalian
terbitkan.
0 komentar:
Posting Komentar